Rabu, 3 November 2010, 21:57 WIB
Menjelang petang, aktivitas Gunung Merapi semakin meningkat. Sudah tiga
jam Merapi meletus tanpa henti. Wilayah radius 15 kilometer dari puncak
Merapi direkomendasikan untuk benar-benar disterilkan.
"Sampai
saat ini letusan belum berhenti sejak pukul 16.04 WIB," kata Kepala
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Doktor Surono
dalam perbincangan di
tvOne, Rabu, 3 November 2010.
Menurut
Surono, letusan Merapi yang disertai awan panas itu tidak terlihat
secara visual karena sudah gelap gulita, ditambah cuaca hujan.
"Seluruh awan panas terbesar, tidak bisa dilihat," kata doktor geofisika lulusan Savoel University, Chambery, Prancis ini.
Letusan
petang menjelang malam ini berbeda dengan yang terjadi pada pukul 11.00
hingga petang tadi. Letusan sempat mereda, tetapi jeda hanya
berlangsung sejenak.
"Letusan ini sudah ke segala arah. Maka itu saya perintahkan semuanya untuk mundur sampai sejauh 15 kilometer," ujar Surono.
Letusan
Merapi pada 26 Oktober yang menewaskan 39 orang itu menghantam Desa
Kinahrejo, tempat juru kunci Merapi Mbah Maridjan. Desa Mbah Maridjan
sendiri berada sekitar 4 sampai 5 kilometer dari puncak Merapi.
"Jangkauan
awan panas ini sekitar 9 kilometer. Lebih panjang dari letusan pertama
yang sekitar 7,5 kilometer," kata Kepala Balai Penyelidikan dan
Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandrio